Thursday, 10 October 2013

3 Novel Misteri yang menjadi Kenyataan

1. Futility, or the Wreck of the Titan


Futility, or the Wreck of the Titan
Futility, or the Wreck of the Titan adalah novel karya Morgan Robertson pada tahun 1898. Buku ini berkisah tentang kapal yang bernama Titan tenggelam di Samudera Atlantik bagian utara, setelah menabrak gunung es dalam perjalanannya dari Southampton ke New York City. Kapal tersebut memiliki kesamaan dengan RMS Titanic, dan mengalami kejadian yang sama pada tahun 1912.

Bangkai Titanic
Ada beberapa kesamaan Titanic dengan kisah novel karya Morgan Robertson, yaitu :
Hal Titan Titanic
Asal negeri Britania Raya Britania Raya
Panjang 800 kaki 882 kaki
Berat 70.000 ton 60.250 ton
Kecepatan puncak 25 knot 23 knot
Jumlah baling-baling 3 3
Jumlah ruang kedap air 19 15
Kapasitas ±3000 ±3000
Jumlah penumpang 2000 2200
Jumlah sekoci 24 20
Tempat yang rusak Kanan depan Kanan depan
Bulan kejadian April April



2. The Narrative of Arthur Gordon Pym


The Narrative of Arthur Gordon Pym
Tahun 1838 seorang penulis novel, Edgar Allan Poe. Menulis sebuah novel yang berjudul The Narrative of Arthur Gordon Pym. Kisah novel Edgar Allan Poe ini, tentang empat orang yang lolos dari maut setelah terjadi kecelakaan kapal. Ke-4 orang ini terombang-ambing selama berhari-hari di tengah laut. Tanpa makanan, tanpa minuman yang cukup.
Kondisi itu membuat mereka bertindak tidak sewajarnya. Hingga 3 orang dari ke-4 orang itu, setuju untuk membunuh awak kabin (Richard Parker). Terus, memakan jasadnya agar mereka bisa bertahan hidup.


Mignonette
Pada tahun 1884 cerita di novel itu menjadi kenyataan. Sebuah kapal layar bernama Mignonette, mengalami kecelakaan. 4 awak kapal selamat dan terdampar selama berhari-hari. Akhirnya 3 senior dari kru, memutuskan dan membunuh awak kabinnya. Kesamaan ada pada nama awak kabin yang dibunuh yaitu Richard Parker.







 


3. Barbary Shore


Barbary Shore
Saat Norman Mailer menulis novelnya Barbara shore, sama sekali tidak ada rencana bahwa mata-mata Rusia yang menjadi karakter. Saat dia menggarapnya, dia memperkenalkan mata-mata Rusia ini sebagai karakter minor. Selama pekerjaan berlanjut, mata-mata ini menjadi karakter dominan di novel, setelah novelnya selesai. Petugas Imigrasi US menahan pria yang tinggal satu lantai diatas apartemen Mailer. Dia adalah Kolonel Rudolf Abel, yang dipercaya sebagai mata-mata Rusia kelas satu saat itu.



No comments: