Monday, 18 May 2015

Kimia Air Laut



Air Laut
Air laut berasal dari air hujan yang turun yang mengalir melalui sungai-sungai dan pada akhirnya bermuara di laut, setelah itu  mengalami penguapan menjadi awan dan turun kembali menjadi hujan. Sepanjang
proses tersebut, air yang mengalir melalui sungai-sungai membawa garam-garam mineral seperti kalium, kalsium, natrium dan lain-lain. Garam-garam mineral tersebut didapatkan dari batu-batuan serta kerak bumi yang dilalui sepanjang air mengalir. Saat sampai di laut, garam-garam mineral tersebut tetap tinggal sedangkan H2O menguap menjadi awan. Garam-garam mineral yang tinggal inilah yang membuat air laut menjadi asin.
Kadar garam air laut rata-rata sebesar 35/1000, berarti bahwa satu meter kubik air laut dikeringkan, akan diperoleh garam sebanyak 35 kg. Dari sekian banyaknya garam yang terkandung dalam air laut tidak seluruhnya terdiri dari garam dapur (Na CL ).
Menurut Lyman dan Fleming dalam penelitiannya bahwa garam yang terkandung di dalam air laut itu terdiri dari :


·         NaCl (garam dapur) = 68,1 % 
·         MgCl2 = 14,4 %
·         NaSO4 (garam natrium) = 11,4 %
·         CaCl2 = 3,2 %
·         KCl = 3,9 %
·         NaHCO3 = 0,6 %
·         KBr = 0,3 %
·         Lain-lain = 0,1



Tinggi rendahnya nilai kadar garam air laut dipengaruhi oleh dua faktor yaitu :


·         Banyak sedikitnya penambahan air tawar, contohnya tinggi rendahnya curah hujan.
·         Banyak sedikitnya penguapan air laut yang dipengaruhi suhu di daerah tersebut., dll.


Contohnya Laut Baltik yang mendapat tambahan air tawar dari muara sungai dan cairan es, sehingga kadar garam hanya sebesar 1,9 %. Beberapa bagian laut mempunyai kandungan kadar garam tinggi, karena curah hujan yang sangat rendah dan suhu yang tinggi, misalnya laut yang berdampingan dengan gurun, seperti Laut Merah 4%, Laut Tengah 3,8%, Teluk Persia 4% dan Laut Mati sebuah danau yang berkadar garam 26%.

No comments: